Novel Baswedan Sebut Adanya Kejanggalan pada Proses Rekonstruksi

Penyidik Senior KPK yang sekarang tengah menjadi sorotan, Novel Baswedan, sepakat adanya kejanggalan dalam proses rekonstruksi yang mana digelar oleh Polda Metro Jaya, hari Jumat (7/2). Novel sendiri mengatakan mestinya tidak ada keharusan gelar rekonstruksi yang dilakukan di tempat dan waktu yang mirip ketika perkara terjadi.

Novel Sepakat Ada Kejanggalan di Proses Rekonstruksi

“Iya saya sepakat (adanya kejanggalan), memang kan mestinya dibikin lebih terang, tempatnya juga enggak harus di sini, waktunya juga nggak harus sama, dan lain-lain,” katanya ditemui di kediamannya, Jumat (7/2).

Namun demikian, Novel mengaku bahwa ia tidak ingin mencampuri hal yang jadi kewenangan penyidik terkait dengan proses rekonstruksi itu. “Tentunya penyidik memiliki pertimbangan sendiri,” ungkapnya lagi.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Argo Yuwono, ditemui terpisah menjawab soal pemilihan toto togel waktu dan tempat rekonstruksi yang dilakukan oleh penyidik. “Sesuai dengan kejadian yang sebenarnya,” ujarnya singkat ketika dikonfirmasi.

Diketahui memang polisi menggelar rekonstruksi kasus itu di depan kediaman Novel yang terletak di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dan rekonstruksi itu sendiri dihadiri oleh kedua tersangka yang sebelumnya sudah ditetapkan. Novel sendiri memilih untuk tidak ikut dengan alasan karena factor kesehatan. Ia snediri mengaku tidak bertemu dengan para tersangka, walaupun dirinya sempat keluar rumah ketika hendak melaksanakan sholat subuh. “Belum (bertemu),” katanya di lokasi.

Tak Ikut Rekonstruksi: Mata Saya Butuh Istirahat

Novel sendiri yang memilih untuk tidak hadir dalam proses rekonstruksi hari Jumat (7/20 pagi ini mengaku memilih untuk mengistirahatkan matanya setelah melakukan pemeriksaan di Singapura sepanjang awal pekan kemarin. “Baru pulang dari Singapura Rabu kemarin. Bukan perawatan, tapi ada masalah yang serius,” katanya dilansir dari CNN Indonesia, Jumat (7/20.

Ia juga mengaku bahwa ada ketentuan dari pihak medis-diperkuat oleh kuasa hukumnya-bahwa ia tak diperbolehkan beraktifitas terlalu berat di mata bagian kiri. Ia pun menyebutkan mata kirinya permanen tak bisa melihat. Hal tersebut dipicu saat dirinya tak lagi menjalani perawatan dan mengikuti proses pemeriksaan di kepolisian sampai dengan larut malam.

Hal yang menurutnya makin memberatkannya untuk tak ikut rekonstruksi adalah ia melihat saat rekonstruksi akan digelar, lampu jalanan malah dimatikan. “Sehingga saya meyakini bahwa akan menggunakan penerangan portable, padahal mata saya sensitive sekali dengan cahaya.”

Dalam porses rekonstruksi yang tetap berjalan, penyidik menggantikan posisi Novel dengan pemeran pengganti. Dan dalam rekonstruksi bandar togel hk itu, ada 10 adegan penyerangan pada Novel yang terjadi bulan April 2017 itu. Polisi sendiri mengaku rekonstruksi dilakukan untuk memenuhi syarat administrasi, baik formil maupun materiil di berkas perkara kasus Novel itu. Kejati DKI Jakarta, seperti diketahui bersama, mengembalikan berkas perkara kasus Novel kepada kepolisian karena menurutnya kurang 2 unsur itu.

“Intinya adalah supaya alat bukti dan keterangan para saksi dan tersangka dapat kami uji di lapangan,” ungkap Wadirkrimum Polda Metro Jaya, AKBP Dedy Murti.

Polisi pasalnya menahan dua tersangka penyiram air keras Novel Baswedan. Keduanya adalah anggota polisi yang masih aktif sampai dengan saat ini. Keduanya dari Kesatuan Brimob yaitu Ronny Bugis dan Rahmat Kadir. Kedua tersangka akan dijerat dengan pasal 170 KUHP subside 351 ayat 2 KUHP soal perbuatan tindak pidana pengeroyokan secara terang-terangan. Mereka berdua terancam pidana penjara paling lama 5 tahun 6 bulan.