Untuk Anda penggemar drama Korea ataupun film Korea pasti sudah tidak asing lagi dengan film berjudul The Call yang bisa diraih oleh Lee Chung-hyun.  Ternyata sutradara tersebut mengaku bahwa dirinya mengubah beberapa aspek ketika mengadaptasi film The Caller, yang jadi The Call itu.  Di salah satu aspek yang diubahnya adalah kehadiran Ja-ok yang diperankan oleh Lee El, sebuah karakter yang ada pada versi The Caller. 

Alasan Adanya Ja-Ok

Dalam sebuah korespondensi yang dilansir dari CNN Indonesia, Lee Chung-hyun menyakini bahwa penambahan karakter tersebut bakal selaras dengan adanya premis time-slip di film tersebut. Dirinya juga memilih profesi dukun untuk karakter Ja-ok menurut keyakinan yang ada di masyarakat selama ini. “ dukun Korea percaya pada Dewa mereka dan dapat menentukan Bagaimana nasib seseorang. Saya pikir kemampuan Ja-ok sebagai seorang dukun cukup selaras dengan premis time-slip dari cerita itu,” ungkap Lee Chung-hyun.

Ja-ok dalam film itu adalah Ibu tiri dari Yeong-sook yang diperankan oleh Jun Jong-seo, yang mana juga seorang dukun. Karakternya dalam awal film digambarkan selalu menampilkan wajah yang sangat amat sulit dipahami dan juga penuh dengan misteri. Dirinya pun mencoba mengatur tiap gerakan putrinya sampai dengan Makanan apa yang bisa dimakan dan boleh dimakan oleh putrinya itu. Bahkan, di sepanjang film, Ja-ok juga sering sekali mengurung Young-sook dalam sebuah ruangan kemudian memukulinya sampai dengan harapan roh-roh jahat bakal keluar. Sampai pada suatu malam dirinya membuat keputusan yang penting untuk mengubah nasib Young-sook. 

“Dia satu-satunya yang dapat melihat masa depan dan mencoba menjaga agar ‘ Kotak Pandora’ tetap tersegel. Tapi Seo-yeon (Park Shin-hye) membuka kotak itu dan Jan-ok terbunuh,” ungkap Lee Chung-hyun  dikutip dari CNN Indonesia.

Dia juga mengutarakan bahwa sebenarnya Ja-ok termasuk peran yang sangat penting dalam film The Call ini. Menurut dirinya kematian Ja-ok jadi awal dari segala kegilaan yang sudah dilakukan oleh Yeong-sook. “ seperti yang sudah diperingatkan Ja-ok, masa depan dari Yeong-sook melibatkan serangkaian kematian. Dalam hal ini, Ja-ok merupakan pelindung sekaligus pelaku kejahatannya,”  terangnya.

Dia juga mengaku bahwa dia menyukai semua karakter yang ada dalam film tersebut dan tak bisa memilih salah satu dari mereka. “terlalu sulit bagiku untuk memilih satu. Setiap karakter dalam film tersebut sangat berharga buat saya.”

Adanya Permainan Time-Slip

Tak cuma menghasilkan karat Ja-ok saja, bahkan Lee Chung-hyun, sebagai sutradara mengeksplorasi lebih dalam lagi karakter dari Yeong-sook.  Kalau dalam versi aslinya yaitu The Caller, karakter itu tak pernah disebut dan juga ditampilkan di depan kamera. Sedangkan kehidupan bahkan juga masa lalu dari Yeong-sook apa yang ditunjukkan dalam film The Call ini. 

“yang membedakan The Call dengan cerita aslinya adalah Oh Yeong-sook. Film aslinya Kak menampilkan adegan-adegan masa lalu namun di The Call, saya mencoba memaksimalkan kekuatan karakter Oh Yeong-sook,” tuturnya. 

Dirinya juga menilai permainan time-slip yang mana ditampilkan dalam film tersebut sangat berbeda dari film-film pada umumnya yang mana para pemeran utamanya bekerja sama untuk bisa menyelesaikan masalah dengan time-slip itu.  Sementara dalam film itu, itu mah berkebalikan.  “Film ini menampilkan dua karakter yang hidup di waktu berbeda, harus membunuh satu sama lain. Premis tersebut memiliki kekuatan s7slot.com untuk mengembangkan cerita dengan cara yang sangat romantis dan tak terduga, yang saya sukai,” pungkasnya.