Category: Hot News

Aturan Tentang Pegawai Honorer Sampai ke MK

Ketentuan soal Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK atau yang sering dikenal dengan Pegawai Honorer akhirnya digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Gugatan tersebut diajukan oleh sejumlah pegawai honorer yang berasal dari sejumlah provinsi.

Pegawai Honorer Gugat ke MK

Pengguat-penggugat ini terdiri dari berbagai macam profesi mulai dari guru honorer, tenaga kesehatan honorer dan pegawai honorer teknis dan administrasi. Coordinator penggugat tuntutan ini, Yolis Suhadi, menyatakan bahwa terdapat beberapa pasal dalam Undang-Undang 5 Tahun 2014 soal Apatatur Sipil Negara yang mana digugat karena dianggap sangat merugikan keberadaan pegawai honorer togel singapura.

Adapun pasal yang mana digugat oleh mereka adalah Pasal 6 Huruf b soal kriteria ASN yang mana terdiri dari PNS dan juga PPPK, kemudian Pasal 58 ayat (1) dan (2) soal Pengadaan ASN, serta yang terakhir adalah Pasal 99 tentang Pengangkatan PPPK. “Kami sebagai pemohon merasa hak konstitusionalnya sebagai warga negara yang dijamin oleh UUD 1945 sudah dirugikan,” ungkap Yolis tepatnya di Gedung MK, Jakarta, hari Senin (13/1).

Menurut Yolis, pemerintah selama inin tidak pernah bersikap serius dalam menanggapi status pegawai-pegawai honorer. Wacana adanya revisi UU ASN yang mana sudah digaungkan pada akhir tahun lalu juga dinilainya tak ada hasilnya, alias janji belaka. Sampai saat ini janji manis itu tak juga terlaksana. Dalam beebrapa kesempatan, sejumlah perwakilan di DPR juga sempat mebahas soal rencana revisi UU ASN. Di akhir tahun lalu, usulan tersebut kembali lagi mencuat supaya revisi UU ASN masuk ke prioritas program legislasi nasional di tahun 2020 sehingga pegawai-pegawai honorer bisa segera diangkap menjadi ASN.

Akan tetapi Yolis pesimis atas UU ASN yang akan jadi prioritas pembahasan. Berkaca dari pembahasan revisi beberapa UU di DPR Selama ini, UU yang mana sudah masuk ke prolegnas pun belum tentu langsung disahkan. “Dari UU KPK, MD 3, dan juga beberapa UU yang lainnya, tanpa perlu ke prolegnas juga disahkan jadi UU. Jadi kami tidak mau lagi jadi korban janji revisi,” tegas Yolis.

Tak Cuma itu, janji pemerintah untuk lebih ‘memanusiakan’ pegawai honorer lewat tes PPPK nasibnya juga tidak jelas bahkan sampai sekarang. Ia menuturkan, pemerintah selalu saja berdalih masih mengkaji dan mengkaji aturan dan juga anggaran untuk menentukan status pegawai-pegawai honorer. “Setelah kurang lebih 9 bulan lamanya pasca pengumuman rekan kita yang sudah lulus tes PPPK, tidak ada kabar sampai dengan hari ini. Gaji mereka masih Rp. 150 ribu,” ucapnya lagi.

Untuk itu lah, ia berharap bahwa gugatan ini bisa memberikan kejelasan stayus untuk pegawai honorer. Gugatn ini pasalnya berasal dari kelompok pegawai honorer yang datang dari 13 provinsi di Indonesia, antara lain Gorontalo, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Riau. Gugatan pegawai-pegawai honorer ini pasalnya sudah teregistrasi di Mahkamah Konstitusi dengan nomor gugatan 1942/PAN.MK/1/2020. Sebelumnya, pada bulan November 2019 lalu, Nadiem sempat dimintain solusi konkret oleh Komisi X DPR terkait dengan Guru Honorer. Ratusan ribu guru honorer yang tidak jelas kesejahteraannya dan penghasilannya ini perlu mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. Hal itu dikatakan oleh Anggota Komisi X DPR dari Fraksi PDIP, Andreas Hugo Paerira yang dikatakannya sebagai respons dari pidato Nadiem dalam rangka Hari guru Nasional 2019 kemarin yang sempat viral.


Shin Tae Yong Resmi Jadi Pelatih Timnas: Ini Lah Respons Ketua PSSI

Mochammad Iriawan selaku Ketua PSSI menanggapi isu Shin Tae Yong yang dikabarkan telah secara resmi menjadi pelatih Timnas Indonesia. Dalam tanggapanya, ia membantah bahwa rumor itu benar. Menurut Iriawan,

Bantah Isu Shin Tae Yong Latih Timnas

Menurut Iriawan, PSSI, masih menggodok sosok yang tepat untuk bisa menangani skuat Garuda ini. Walaupun tak menyebutkan nama, Shin Tae Yong dan juga Luis Milla tetap lah masuk ke daftar kandidat terkuat.

“Pelatih Timnas Indonesia sedang dalam finalisasi satu minggu ke depan. Nanti kalau misalnya sudah fix bakal diumumkan dan semua wartawan akan diundang,” ungkap Iriawan dilansir dari CNN Indonesia, Senin (23/12).

Shin Tae Yong, selain diminati oleh Timnas Indonesia, dikabarkan sedang didekati oleh klub lainnya. Klub itu adalah klub dari China, Shenzen FC. Akan tetapi mantan pelatih timnas Korea Selatan tersebut diklaim lebih berminat untuk menanangi tim Merah Putih. Hal itu diklaim oleh mantan kipper Liga 1 yang berasal dari Korea Selatan, Yoo Jae Hoon yang mengaku bahwa ia sudah berkomunikasi dengan Shin Tae Yong sendiri secara langsung.

Jae Hoon sendiri menilai bahwa Tae Yong lebih condong untuk memilih berkarir di tim nasional walaupun ia mendapatkan tawaran menggiurkan dari Shenzen FC. “Memang benar klub Cina juga sedang serius dengan Shin (Tae Yong). Namun setahu saya ia lebih serius melatih Timnas Indonesia,” kata Jae Hoon.

PSSI sudah menyebutkan ada 2 kandidat kuat yang akan menjadi pelatih Timnas Indonesia, yaitu Luis Milla dan Shin Tae Yong. Keduanya jjuga sudah melakukan presentasi di hadapan para Exco PSSI beberapa waktu yang lalu.

Sebelumnya dikabarkan bahwa pelatih Bali United Stefano ‘Teco’ Cuggura pun sempat dikabarkan juga jadi salah satu kandidatnya. Namun CEO Bali United, Yabes Tanuri, mengatakan bahwa belum ada pernyataan secara langsung dari Teco untuk jadi pelatih Timnas Indonesia.

Shin Tae Yong Lebih Mengilap Jadi Pemain?

Calon pelatih Timnas Indonesia yang berasal dari Korea Selatan ini memiliki rekam jejak yang sangat apik ketika dirinya bermain untuk sebuah klub dibandingkan setelah dirinya duduk di kursi pelatih. Dikutip dari CNN Indonesia, Tae Yong sendiri mengawali karirnya bersama dengan Ilhwa Chunma FC yang saat ini bernama Seongnam Ilhwa di tahun 1992. Setelah sebelumnya ia bermain di Universitas Yeungnam sejak tahun 1988-1991.

Bersama dengan Seongnam, kemudian Tea Yong mempunyai total penampilan di total 296 pertandingan di semua ajang sejak tahun 1992-2004. Di musim 2005/2006 kemudian Tae Yong pinldah ke Liga Australia bersama dengan Queensland Roar togel sgp. Akan tetapi di Negeri Kanguru itu ia hanya bermain sekali saja.

Beragam trofi memang sudah dimilikinya ketika ia menghabiskan sebagian ebsar karirnya di Seongnam. Ada 14 gelar yang tercatat diraih oleh Tae Yong bersama dengan Seongnam.

Ia yang pernah melatih Timnas Korea Selatan itu menjadi Pemain Muda Terbaik di Liga Korea pada tahun 1992. Walaupun ia berposisi sebagai gelandang saja, ia cukup handal membobol gawang dengan catatan sebagai top skor Liga Korea di tahun 1996.

Sedangkan pada karirnya melatih, bisa dikatakan karir melatihnya tak secemerlang saat dirinya menjadi pemain bola. Di level pelatih ia Cuma bisa mengoleksi 3 buah gelar. Beberapa di antarany adalah Liga Champions Asia 2012 yang pertama dan juga juara Piala Asia Timur tahun 2017.